Advertisement

PENGGOLONGAN BAHAN GALIAN MENURUT UU NO 11 TAHUN 1967

Posted by Santoso Prihantoro on Friday, March 21, 2014 , under | comments (0)












Bahan galian golongan A atau bahan galian strategis, terdiri dari:
  1.         Minyak bumi, bitumen cair, lilin bumi, dan gas alam;
  2.         Bitumen padat, aspal;
  3.         Antrasit, batu bara, batu bara muda;
  4.         Uranium, radium, thorium, dan bahan-bahan radio aktif lainnya;
  5.         Nikel, kobalt;
  6.         Timah.
    Bahan galian golongan B atau bahan galian vital, terdiri dari:
  1.         Besi, mangan, molibdenum, khrom, walfran, vanadium, titanium;
  2.         Bauksit, tembaga, timbal, seng;
  3.         Emas, platina, perak, air raksa, intan;
  4.         Arsen, antimon, bismut;
  5.         Yttrium, rhutenium, crium, dan logam-logam langka lainnya;
  6.         Berrillium, korundum, zirkon, kristal kwarsa;
  7.         Kriolit, flouspar, barit;
  8.         Yodium, brom, khlor, belerang.
    Bahan galian golongan C atau bahan galian industri, terdiri dari:
  1.         Nitrat, phosphate, garam batu;
  2.         Asbes, talk, mike, grafit, magnesit;
  3.         Yarosit, leusit, tawas (alam), oker;
  4.         Batu permata, batu setengah permata;
  5.         Pasir kwarsa, kaolin, feldspar, gips, bentonite;
  6.         Batu apung, teras, obsidian, perlit, tanah diatome;
  7.         Marmer, batu tulis;
  8.         Batu kapor, dolomit, kalsit;
  9.         Granit, andesit, basal, trakkit, tanah liat, dan pasir.

PEMBUATAN PETA YANG BAIK DAN BENAR

Posted by Santoso Prihantoro on Tuesday, November 26, 2013 , under | comments (31)



METODE PENELITIAN GEOGRAFI SMA

Posted by Santoso Prihantoro on Tuesday, November 19, 2013 , under | comments (0)



Kurikulum 2013 menghendaki siswa bisa melakukan penelitian, apapun bentuknya, Hal tersebut bertujuan mengembangkan potensi yang ada pada siswa. Penelitian ini bertujuan siswa dapat menulis secara urut dan sistematis, sedikit materi tentang metode penelitian geografi dapat di download disini

http://www.4shared.com/office/-c8mpCFg/LANGKAH_PENELITIAN_GEOGRAFI.html

RESEP RAHASIA KENARI

Posted by Santoso Prihantoro on Saturday, September 7, 2013 , under | comments (0)



RAHASIA.... ...???
JELAS GAK BRO... INI PENGALAMAN PRIBADI TENTANG MASALAH PENYAKIT PADA BURUNG KENARI.. MUNGKIN ADA YANG SALAH TAPI INI SERATUS PERSEN TAK COBA DAN SEMBUH.

1. KAKI KENARI
JAMUR/BUBULEN/MLENTHUNG/DAN SEJENISNYA . SAYA PAKE SALEP 88 YANG DIOPLOS DENGAN MINYAK TAWON... OLESKAN 3 KALI TIAP MINGGU.
CUKUP MURAH CUMA AGAK REPOT MASALAH RUTINYA.

2. BURUNG GAK MAU NNGLOLOH
MENURUT PENGALAMAN SAYA ....JIKA INDUKAN PERTAMA  KALI PUNYA ANAK DAH GAK MAU NGLOLOH RESEPNYA CUMA 1 : "JUAL SAJA"
TAPI JIKA PADA ANAK KEDUA DAN SETERUSNYA GAK MAUNGLOLOH  ADA 2 KEMUNGKINAN PENYEBABNYA, YAKNI STRESS ATAU KONDISI INDUKAN TIDAK SEHAT. JIKA INDUKAN  GA SEHAT  PERLU DIKASIH SUPER N ATAU SEJENISNYA DAN TELUR YANG LEBIH DARI BIASANYA , 
JIKA INDUKAN STRESS BAWA SAJA KE PSIKIATER...

3. NAFAS NGIK
SAMPE SKARANG BLUM KETEMU OBATE....  PERNAH TITIP MA TETANGGA BELI OBAT IMPOR DARI CINA... HARGANYA NGGAK MAHAL CUMA Rp 300.000,- .. HASILNYA ?? TETEP  "NGIK" SARAN SAYA KASIH NAFASIN , 3 HARI KEMUDIAN JUAL.. KARENA SELELAH 3 HARI NGIK TETEP MUNCUL

4. DAH CAPE BRO.... BSOK TAK SAMBUNG LAGI

MATERI GEOGRAFI KELAS X KURIKULUM 2013

Posted by Santoso Prihantoro on Tuesday, July 23, 2013 , under | comments (146)



UNTUK SEMUA SISWA KELAS X SMA ATAU SIAPAPUN DIPERSILAKAN MENG  UPLOAD MATERI GEOGRAFI KELAS X KURIKULUM BERKARAKTER BANGSA 2013, ADAPUN KOMPETENSI DASARNYA ADALAH







1.1   Menghayati keberadaan dirinya sebagai makhluk Tuhan yang dapat berfikir ilmiah dan     mampu            meneliti  tentang lingkungannya.
1.2 Mensyukuri penciptaan bumi tempat kehidupan  sebagai karunia Tuhan Yang Maha Pengasih dengan cara turut  memeliharanya. 
1.3  Menghayati jati diri manusia sebagai agent of changes di bumi dengan cara menata  lingkungan  yang  baik guna memenuhi kesejahteraan lahir  bathin.
1.4   Menghayati keberadaan diri di tempat tinggalnya dengan tetap waspada, berusaha mencegah  timbulnya bencana alam, dan memohon perlindungan kepada Tuhan yang Maha Kuasa.

2.1   Menunjukkan perilaku proaktif dalam mempelajari hakekat ilmu dan peran geografi untuk diterapkan      dalam  kehidupan sehari-hari.
2.2   Menunjukkan perilaku yang bertanggung jawab sebagai makhluk yang dapat berfikir ilmiah.
2.3   Menunjukkan perilaku responsif dan bertanggung  jawab terhadap masalah yang ditimbulkan oleh         dinamika  geosfera.
2.4   Menunjukkan sikap peduli terhadap peristiwa bencana alam dengan selalu bersiap siaga, membantu        korban, dan bergotong royong dalam pemulihan kehidupan akibat bencana alam.

3.1   Memahami pengetahuan dasar geografi dan terapannya dalam kehidupan sehari-hari.
3.2   Menganalisis langkah-langkah penelitian  geografi terhadap fenomena geosfera.
3.3   Menganalisis dinamika planet bumi sebagai ruang kehidupan.
3.4   Menganalisis hubungan antara manusia dengan lingkungan sebagai akibat dari dinamika   litosfer. 
3.5   Menganalisis hubungan antara manusia dengan lingkungan sebagai akibat dari dinamika  atmosfera.
3.6   Menganalisis hubungan antara manusia dengan lingkungan sebagai akibat dari dinamika  hidrosfera.
3.7   Menganalisis mitigasi dan adaptasi bencana alam  dengan kajian geografi.


4.1   Menyajikan contoh penerapan pengetahuan dasar geografi pada kehidupan sehari-hari dalam bentuk      tulisan.
4.2   Menyajikan contoh penerapan langkah-langkah penelitian geografi dalam bentuk laporan   observasi       lapangan.
4.3   Mengolah informasi dinamika planet bumi sebagai ruang kehidupan dan menyajikannya dalam bentuk      narasi  dan gambar ilustrasi.
4.4   Menyajikan hasil analisis hubungan antara manusia dengan lingkungannya sebagai pengaruh dinamika     Litosfer dalam bentuk narasi, tabel, bagan, grafik, gambar ilustrasi, dan atau peta konsep.
4.5   Menyajikan hasil analisis hubungan antara manusia dengan lingkungannya sebagai pengaruh dinamika      atmosfer  dalam bentuk narasi, tabel, bagan, grafik, gambar ilustrasi, dan atau peta konsep.
4.6   Menyajikan hasil analisis hubungan antara manusia dengan lingkungannya sebagai pengaruh dinamika       hidrosfer  dalam bentuk narasi, tabel, bagan, grafik, gambar ilustrasi, dan atau peta konsep.
4.7   Menyajikan contoh penerapan  mitigasi dan cara beradaptasi  terhadap  bencana alam di lingkungan        sekitar.  

KURIKULUM BERKARAKTER BANGSA 2013

Posted by Santoso Prihantoro on , under , | comments (2)



Kompetensi Dasar untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah sebagai
salah satu perangkat kelengkapan Dokumen Kurikulum 2013. Penyusunan dokumen ini
dalam rangka menindaklanjuti program-program prioritas yang tercantum dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014 dan dalam Rencana Strategis
Kementerian Pendidikan Nasional 2010-2014.
Kompetensi Inti merupakan terjemahan atau operasionalisasi SKL dalam bentuk kualitas
yang harus dimiliki mereka yang telah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan
tertentu atau jenjang pendidikan tertentu, gambaran mengenai kompetensi utama yang
dikelompokkan ke dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (afektif, kognitif,
dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan
mata pelajaran. Kompetensi Inti harus menggambarkan kualitas yang seimbang antara
pencapaian hard skills dan soft skills.
Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang
diturunkan dari Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar adalah konten atau kompetensi yang
terdiri atas sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang bersumber pada kompetensi inti
yang harus dikuasai peserta didik. Kompetensi tersebut dikembangkan dengan
memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata
pelajaran. Mata pelajaran sebagai sumber dari konten untuk menguasai kompetensi
bersifat terbuka dan tidak selalu diorganisasikan berdasarkan disiplin ilmu yang sangat
berorientasi hanya pada filosofi esensialisme dan perenialisme. Mata pelajaran dapat
dijadikan organisasi konten yang dikembangkan dari berbagai disiplin ilmu atau non
disiplin ilmu yang diperbolehkan menurut filosofi rekonstruksi sosial, progresif atau pun
humanisme. Karena filosofi yang dianut dalam kurikulum adalah eklektik seperti
dikemukakan di bagian landasan filosofi maka nama mata pelajaran dan isi mata pelajaran
untuk kurikulum yang akan dikembangkan tidak perlu terikat pada kaedah filosofi
esensialisme dan perenialisme.



SELANJUTNYA  DOWNLOAD  LINK DI BAWAH INI